
Penanaman Mangrove di Desa Maitara Bersama Masyarakat, Pulau Maitara. (Photo by : Arry/AKE)
Yayasan AKE Maluku Utara kembali mengambil langkah nyata dalam upaya pelestarian lingkungan melalui kegiatan penanaman mangrove di pesisir Desa Maitara, Pulau Maitara, pada Minggu, 9 November 2025. Aksi ini dilakukan untuk memperkuat perlindungan pesisir dari ancaman abrasi serta mendukung mitigasi perubahan iklim di wilayah pulau-pulau kecil.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari program Pemanfaatan Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan melalui Dukungan Sumber Dana Kerja Sama Indonesia–Norwegia Tahap 2 dan 3 (FOLU-NC2 & NC3) yang dikelola oleh Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH). Melalui dukungan pendanaan ini, Yayasan AKE terdorong untuk memperluas upaya konservasi berbasis masyarakat di kawasan pesisir Maluku Utara.
Aksi penanaman mangrove ini tidak hanya menjadi kegiatan simbolis, tetapi merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Dukungan dan partisipasi aktif datang dari:
- BPDAS Ake Malamo
- Pemerintah Desa Maitara
- Pokdarwis Akebay Maitara
- Masyarakat Desa Maitara
- Komunitas dan pegiat lingkungan di Ternate–Tidore
- Mahasiswa dari berbagai universitas di Maluku Utara
Sinergi ini menunjukkan bahwa pelestarian pulau-pulau kecil hanya dapat berjalan efektif dengan kerja sama antara lembaga, pemerintah desa, masyarakat, dan generasi muda.
Kepala Desa Maitara, Safrisal Ibrahim, menyampaikan apresiasi terhadap program ini dan memastikan dukungan penuh dari pemerintah desa serta masyarakat untuk merawat area yang telah ditanami. Ia juga menambahkan bahwa keberadaan mangrove di Akebay berpotensi mendukung perkembangan ekowisata pesisir Desa Maitara.
Direktur Yayasan AKE, Arman Ahmad, menjelaskan bahwa Pulau Maitara mengalami tekanan lingkungan yang meningkat akibat perubahan iklim. Mangrove dinilai mampu menjadi benteng alami karena dapat Menahan abrasi pantai dan gelombang ekstrem, Menjadi habitat berbagai biota laut, Menyimpan karbon secara efektif, sehingga berperan dalam mitigasi krisis iklim, Mendukung penghidupan masyarakat melalui potensi ekowisata berbasis ekosistem pesisir.
Penanaman mangrove kali ini menekankan pentingnya menjaga pulau-pulau kecil dari kerentanan ekologi, sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat pesisir.
Yayasan AKE berharap kegiatan ini terus menjadi budaya masyarakat pesisir di Pulau Maitara dan wilayah lain di Maluku Utara. Selain menanam, diperlukan pemantauan dan pemeliharaan rutin agar mangrove tumbuh dengan sehat dan memberikan manfaat jangka panjang.
Melalui program ini, Yayasan AKE menegaskan komitmennya untuk memperkuat aksi-aksi konservasi berbasis partisipasi masyarakat, meningkatkan kesadaran publik, dan mendorong keberlanjutan lingkungan di wilayah pesisir. Aksi penanaman mangrove di Pulau Maitara menjadi bukti bahwa upaya melindungi pulau-pulau kecil membutuhkan kolaborasi yang kuat dan kesadaran bersama. Dengan dukungan dari berbagai pihak serta antusiasme masyarakat, diharapkan ekosistem mangrove di Pulau Maitara dapat tumbuh subur dan memberikan perlindungan bagi generasi saat ini maupun mendatang.

