
Agenda diskusi ancaman nyata pulau-pulau kecil di Kedai Mambo, Kelurahan Sasa
TERNATE — AKE Foundation Maluku Utara menggelar diskusi publik bertajuk “Ancaman Nyata Pulau-Pulau Kecil: Antara Ekonomi, Masyarakat, dan Ekologi” pada Sabtu malam, 26 Juli 2025, bertempat di Kedai Mambo, Kelurahan Sasa, Kota Ternate. Kegiatan ini menjadi ruang temu para pegiat lingkungan, akademisi, dan komunitas lokal untuk membahas ancaman serius yang dihadapi pulau-pulau kecil di Maluku Utara.
Diskusi menghadirkan tiga narasumber utama: Direktur AKE Foundation Maluku Utara, Arman Ahmad; Direktur Pandecta, Hendra Kasim; dan Direktur Eksekutif WALHI Maluku Utara, Faisal Ratuela. Acara dipandu oleh Rajif Duchlun, CEO Halmaheranesia, yang berperan sebagai moderator.
Membahas Ancaman Nyata bagi Pulau-Pulau Kecil
Dalam pemaparannya, Direktur AKE Foundation, Arman Ahmad, menyoroti meningkatnya tekanan terhadap ekosistem pesisir akibat aktivitas industri, perubahan tata ruang, dan lemahnya perlindungan hukum. Menurutnya, pulau-pulau kecil menghadapi risiko kerusakan yang dapat menghilangkan ruang hidup masyarakat pesisir apabila tidak segera ditangani.
Direktur Pandecta, Hendra Kasim, menekankan pentingnya kehadiran regulasi yang lebih kuat dan konsisten dalam mengatur penggunaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Ia menilai banyak kebijakan tidak mampu mengimbangi laju eksploitasi, sehingga diperlukan perbaikan tata kelola dan pengawasan yang lebih ketat.
Sementara itu, Direktur Eksekutif WALHI Maluku Utara, Faisal Ratuela, menambahkan bahwa ancaman ekologis akan berdampak langsung pada ketahanan pangan, kesejahteraan masyarakat, dan keberlanjutan ekonomi lokal. Ia mendorong kolaborasi antarsektor untuk memperkuat perlindungan terhadap ruang-ruang ekologis yang tersisa.
Kolaborasi untuk Keberlanjutan Pulau-Pulau Kecil
Diskusi menghasilkan kesimpulan bahwa keberlanjutan pulau-pulau kecil membutuhkan pendekatan yang menghubungkan aspek ekonomi, sosial, dan ekologi secara seimbang. Pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir melalui perikanan berkelanjutan, ekowisata, dan usaha berbasis sumber daya lokal menjadi salah satu upaya yang perlu terus ditingkatkan.
Moderator, Rajif Duchlun, menutup kegiatan dengan mengajak seluruh peserta agar terus bersinergi dalam memperkuat advokasi dan aksi nyata untuk melindungi pulau-pulau kecil di Maluku Utara.

