
Kegiatan sosialisasi inklusi keuangan di Desa Laigoma
Desa Laigoma terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui kegiatan sosialisasi inklusi keuangan dan pembentukan kelompok simpan pinjam. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membuka akses keuangan yang lebih luas, adil, dan berkelanjutan bagi masyarakat desa, khususnya bagi kelompok nelayan dan perempuan.
Kegiatan ini difasilitasi oleh Yayasan AKE dengan dukungan penuh dari Blue Ventures, dan dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Laigoma, Samsul Marwa. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya pengelolaan keuangan yang baik di tingkat rumah tangga maupun kelompok sebagai fondasi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat lebih memahami cara mengelola keuangan serta memanfaatkan kelompok simpan pinjam sebagai sarana saling mendukung secara ekonomi,” ungkapnya.
Sebagai narasumber utama, hadir Dr. Mutmainnah, S.Pi.,M.Si, akademisi dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Khairun Ternate. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa inklusi keuangan tidak hanya tentang akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga tentang kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan secara bijak, merencanakan usaha, dan membangun kebiasaan menabung.
Ia juga menekankan bahwa kelompok simpan pinjam berbasis masyarakat dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan akses modal usaha, terutama bagi masyarakat yang selama ini sulit menjangkau lembaga keuangan formal. Dengan sistem yang dikelola secara bersama, transparan, dan berbasis kepercayaan, kelompok ini diharapkan mampu memperkuat solidaritas sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggota.
Kegiatan ini diikuti dengan diskusi interaktif bersama masyarakat Desa Laigoma yang antusias berbagi pengalaman terkait pengelolaan keuangan sehari-hari serta tantangan dalam mengakses permodalan. Dari hasil diskusi tersebut, disepakati pentingnya membentuk kelompok simpan pinjam sebagai wadah kolektif untuk menabung, meminjam, dan saling mendukung secara ekonomi.
Pembentukan kelompok ini diharapkan menjadi awal dari sistem keuangan lokal yang lebih inklusif dan mandiri. Selain memberikan akses terhadap pembiayaan, kelompok simpan pinjam juga akan menjadi ruang belajar bersama dalam mengelola usaha, meningkatkan literasi keuangan, dan membangun disiplin dalam pengelolaan dana.
Melalui inisiatif ini, Desa Laigoma tidak hanya memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat, tetapi juga membangun fondasi kemandirian yang berkelanjutan. Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan lembaga pendamping seperti Yayasan AKE dengan dukungan Blue Ventures menjadi kunci dalam mendorong perubahan positif yang berdampak jangka panjang bagi kesejahteraan warga.


