Desa Laigoma, Halmahera Selatan – Yayasan AKE melalui program Tamang AKE melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap Kelompok Simpan Pinjam Ibu-Ibu Laigoma (IBULA) di Desa Laigoma, Kabupaten Halmahera Selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan simpan pinjam berjalan sesuai dengan mekanisme yang telah disepakati, sekaligus mengidentifikasi kebutuhan pendampingan bagi kelompok.
Setibanya di Desa Laigoma, tim Yayasan AKE belum langsung melakukan koordinasi dengan kelompok simpan pinjam karena masih melaksanakan kegiatan lapangan lainnya. Koordinasi kemudian dijadwalkan beberapa hari setelahnya sesuai dengan waktu yang disepakati bersama pengurus kelompok.
Dalam proses koordinasi, sekretaris kelompok mengusulkan agar kegiatan monitoring dilaksanakan pada hari Minggu karena bertepatan dengan jadwal pertemuan rutin mingguan kelompok. Usulan tersebut disepakati dan diinformasikan kepada seluruh anggota sehingga kegiatan dapat diikuti secara bersama.
Sebelum monitoring dimulai, tim Yayasan AKE menyampaikan dokumen persetujuan berbagi data yang akan digunakan sebagai bagian dari proses monitoring dan evaluasi. Seluruh pengurus dan anggota kelompok menyatakan persetujuan serta menandatangani dokumen tersebut.
Pelaksanaan pertemuan berlangsung sesuai dengan prosedur yang telah disusun oleh kelompok. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh ketua kelompok, dilanjutkan dengan pembukaan kotak uang oleh para pemegang kunci, penghitungan uang oleh bendahara, serta penyetoran tabungan oleh anggota yang hadir. Setelah seluruh proses selesai, bendahara menyampaikan hasil pencatatan tabungan secara terbuka kepada seluruh anggota sebagai bentuk transparansi dalam pengelolaan keuangan kelompok.
Selain memantau jalannya pertemuan, tim juga melakukan evaluasi terhadap sistem administrasi kelompok. Dalam sesi diskusi, tim menanyakan alasan buku tabungan anggota tidak dibawa pulang. Berdasarkan kesepakatan kelompok, seluruh buku tabungan disimpan di dalam kotak uang untuk menghindari risiko kehilangan maupun kerusakan.
Hasil monitoring menunjukkan bahwa administrasi kelompok masih memerlukan penguatan, khususnya dalam pencatatan dan rekapitulasi keuangan. Pencatatan yang dilakukan masih sebatas mencatat setoran pada setiap pertemuan dan belum dilengkapi dengan rekapitulasi akumulatif sehingga diperlukan perbaikan agar administrasi lebih rapi, akurat, dan mudah dipantau.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, Yayasan AKE memperoleh gambaran mengenai perkembangan kelompok sekaligus kebutuhan pendampingan lanjutan. Ke depan, pelatihan tambahan terkait administrasi dan pengelolaan keuangan akan terus dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pengurus dan anggota, sehingga Kelompok Simpan Pinjam Ibu-Ibu Laigoma (IBULA) dapat berkembang menjadi kelompok yang mandiri, transparan, dan berkelanjutan.
