Menu

Sosialisasi Penanganan Ikan Pasca Tangkap dan Gizi Ikan Tingkatkan Pengetahuan Masyarakat Desa Laigoma

Picture of Aksi Kelola Ekosistem
Aksi Kelola Ekosistem

Desa Laigoma, Halmahera Selatan – Yayasan AKE melalui program Tamang AKE melaksanakan kegiatan Sosialisasi Penanganan Ikan Pasca Tangkap dan Gizi Ikan di Desa Laigoma, Kabupaten Halmahera Selatan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman nelayan dan masyarakat mengenai pentingnya penanganan ikan yang baik setelah ditangkap serta manfaat gizi ikan bagi kesehatan.

Sebelum pelaksanaan kegiatan, tim Yayasan AKE melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat terkait rencana sosialisasi. Hasil koordinasi tersebut disambut baik oleh pemerintah desa dan masyarakat, sehingga kegiatan dapat dilaksanakan sesuai jadwal di Kantor Desa Laigoma.

Sosialisasi disampaikan oleh Dr. Andi Agus, S.Pi., M.Si., akademisi dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Khairun. Kegiatan ini diikuti oleh aparat desa, nelayan, serta masyarakat yang ingin memperoleh pengetahuan mengenai penanganan ikan pasca tangkap yang tepat untuk menjaga kualitas hasil perikanan.

Dalam penyampaian materi dijelaskan bahwa penanganan ikan harus dilakukan sejak ikan ditangkap hingga dipasarkan kepada konsumen. Penanganan yang baik mampu menjaga kesegaran, mempertahankan mutu, serta meningkatkan nilai jual ikan. Sebaliknya, penanganan yang kurang tepat dapat menyebabkan penurunan kualitas yang ditandai dengan perubahan bau, tekstur, dan warna sehingga berdampak pada harga jual maupun keamanan pangan.

Selain membahas aspek mutu, pemateri juga menjelaskan kandungan gizi ikan serta pentingnya mengonsumsi ikan yang masih segar. Masyarakat diberikan pemahaman bahwa setiap jenis ikan memiliki kandungan gizi yang berbeda dan penanganan yang baik menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas gizi tersebut hingga dikonsumsi.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi. Berbagai pertanyaan disampaikan peserta, mulai dari bahaya penggunaan formalin pada ikan, perbedaan kandungan gizi antarjenis ikan, hingga kendala nelayan dalam memperoleh es untuk menjaga kesegaran hasil tangkapan. Diskusi juga membahas pengaruh ukuran dan kondisi ikan terhadap harga jual serta pentingnya praktik perikanan yang berkelanjutan.

Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik penanganan ikan menggunakan es. Peserta diperlihatkan cara menghancurkan es balok, menyusun ikan dengan posisi yang tepat di dalam wadah agar tidak saling menindih, kemudian menutup seluruh bagian ikan dengan es. Praktik ini bertujuan menjaga suhu ikan tetap rendah sehingga proses pembusukan dapat diperlambat dan mutu ikan tetap terjaga hingga sampai ke tangan konsumen.

Selama pelaksanaan kegiatan, tim juga mencatat beberapa tantangan, di antaranya masih rendahnya partisipasi ibu-ibu, pemuda, dan sebagian aparatur desa. Selain itu, kondisi geografis Desa Laigoma yang terbagi menjadi dua dusun serta keterbatasan ketersediaan es menjadi kendala dalam pelaksanaan praktik maupun aktivitas penanganan hasil tangkapan oleh nelayan.

Melalui kegiatan ini, Yayasan AKE berharap masyarakat, khususnya nelayan, dapat menerapkan teknik penanganan ikan pasca tangkap yang baik sehingga kualitas hasil perikanan tetap terjaga, nilai ekonomi meningkat, dan masyarakat semakin memahami pentingnya ikan sebagai sumber pangan bergizi.