Menu

Monitoring Pengumpulan Data Perikanan di Desa Laigoma

Picture of Aksi Kelola Ekosistem
Aksi Kelola Ekosistem

Halmahera Selatan – Yayasan AKE melaksanakan kegiatan Monitoring Pengumpulan Data Perikanan di Desa Laigoma, Kabupaten Halmahera Selatan, pada 17–20 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi proses pengumpulan data perikanan di tingkat pengepul sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi dalam pendataan hasil perikanan masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, tim melakukan koordinasi dengan pemerintah desa, nelayan, serta pengepul ikan guna memperoleh gambaran kondisi perikanan di wilayah tersebut. Monitoring juga dilakukan secara langsung di lapangan untuk memastikan proses pengumpulan data berjalan sesuai dengan kondisi aktual.

Hasil monitoring menunjukkan bahwa aktivitas penangkapan ikan belum berlangsung selama periode kunjungan. Sebagian besar nelayan diketahui baru menyelesaikan kegiatan hajatan di desa, sementara kondisi cuaca laut yang kurang bersahabat turut menjadi faktor utama yang menghambat aktivitas melaut.

Tim juga melakukan diskusi dengan salah satu enumerator yang sekaligus berperan sebagai pengepul ikan. Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa pembelian ikan sementara belum dilakukan karena masih menunggu koordinasi dengan pengepul di Kota Ternate terkait penyesuaian harga. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dinilai berdampak langsung terhadap penentuan harga beli ikan sehingga diperlukan kesepakatan harga baru agar tidak menimbulkan kerugian bagi pengepul.

Meskipun transaksi jual beli ikan belum berjalan, enumerator tetap berupaya melakukan pendataan terhadap ikan hasil tangkapan yang dimanfaatkan untuk konsumsi rumah tangga. Langkah ini dilakukan agar data perikanan tetap dapat dikumpulkan meskipun aktivitas penangkapan sedang menurun.

Monitoring kemudian dilanjutkan di Dusun I (Kampung Baru). Dari hasil kunjungan diketahui bahwa pengepul di wilayah tersebut juga belum melakukan pembelian maupun pendataan ikan karena masih disibukkan dengan aktivitas berkebun. Selain itu, jumlah nelayan di dusun tersebut relatif sedikit sehingga aktivitas perikanan tidak terlalu tinggi dibandingkan wilayah lainnya.

Secara keseluruhan, monitoring mengidentifikasi beberapa tantangan utama dalam pengumpulan data perikanan, di antaranya cuaca buruk yang menghambat aktivitas melaut, kenaikan harga BBM yang memengaruhi mekanisme pembelian ikan oleh pengepul, serta belum optimalnya pendataan ikan yang langsung dibawa nelayan untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga.

Melalui kegiatan monitoring ini, Yayasan AKE berharap dapat memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi perikanan di tingkat desa. Hasil monitoring tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi dalam memperkuat sistem pendataan perikanan serta mendukung pengelolaan sumber daya perikanan yang lebih efektif dan berkelanjutan di wilayah pesisir.