
Staf AKE sedang mendemonstrasikan pengelolaan berbasis masyarakat dalam bentuk permainan
Desa Laigoma mengambil langkah strategis dalam mendorong pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan melalui kegiatan sosialisasi perikanan berbasis masyarakat (community-based fisheries management). Kegiatan ini menjadi ruang bersama bagi warga, khususnya nelayan, untuk memahami pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga dan mengelola wilayah perairan yang menjadi sumber penghidupan utama.
Kegiatan ini difasilitasi oleh Yayasan AKE dengan dukungan penuh dari Blue Ventures, sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas masyarakat pesisir dalam pengelolaan sumber daya laut secara mandiri dan berkelanjutan.
Sosialisasi dihadiri oleh para nelayan Desa Laigoma yang selama ini berinteraksi langsung dengan sumber daya laut. Dalam diskusi yang berlangsung partisipatif, peserta diajak untuk mengenali konsep dasar pengelolaan perikanan berbasis masyarakat, termasuk peran lokal dalam pengambilan keputusan, pengawasan, serta penerapan aturan yang disepakati bersama. Pendekatan ini menempatkan masyarakat tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai pengelola dan penjaga sumber daya.
Selain sosialisasi, kegiatan ini juga menjadi momentum awal untuk mengusulkan pemetaan wilayah kelola perikanan masyarakat. Melalui proses ini, masyarakat mulai mengidentifikasi batas-batas wilayah tangkap, zona penting seperti daerah pemijahan dan pembesaran ikan, serta area yang perlu dilindungi. Pemetaan ini diharapkan menjadi dasar dalam menyusun aturan lokal yang adil, transparan, dan berkelanjutan.
Diskusi yang berkembang menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat terhadap berbagai tantangan yang dihadapi, seperti penurunan hasil tangkapan dan praktik penangkapan yang tidak ramah lingkungan. Oleh karena itu, usulan wilayah kelola ini dipandang sebagai solusi bersama untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan kelestarian sumber daya.
Melalui inisiatif ini, Desa Laigoma mempertegas komitmennya dalam membangun sistem pengelolaan perikanan yang inklusif dan berkelanjutan. Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan berbagai pihak terkait menjadi kunci agar upaya ini dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat jangka panjang.
Ke depan, hasil sosialisasi dan pemetaan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kebijakan desa atau kesepakatan bersama yang memperkuat posisi masyarakat sebagai aktor utama dalam pengelolaan wilayah perairan. Dengan demikian, laut tidak hanya menjadi sumber penghidupan, tetapi juga warisan yang terjaga untuk generasi mendatang.


